Karya Hvass & Hannibal
Partner desain dari Denmark, Hvass & Hannibal, mengakui bahwa Apple Pencil ideal untuk ilustrasi mereka yang unik dan esoteris. “Kami tidak mengira bahwa bekerja dengan alat ini terasa seperti menggunakan pensil dan kertas, namun dalam bentuk digital, di mana Anda bisa membatalkan setiap goresan dan merombaknya lagi. Nyaman untuk membuat sketsa cepat, dan juga dapat digunakan untuk membuat gambar yang detail.”
Karya Claudine O’Sullivan
Claudine O’Sullivan, seniman Irlandia, menggunakan palet yang kompleks dalam karyanya — sebuah pendekatan estetika yang mampu dicapainya dengan mudah lewat Apple Pencil. “Mengganti warna terasa sangat intuitif, membuat proses kerja saya terasa sama dengan saat saya berkarya menggunakan kertas.”
Karya Marija Tiurina
Ilustrator dan seniman konseptual, Marija Tiurina, yang biasanya menggunakan alat gambar tradisional, tidak menyangka adaptasinya dengan alat digital berjalan mulus. “Bagian yang paling mencengangkan adalah sensitivitas dan kelugasan pensil ini — rasanya alat ini tercipta bagi mereka yang memiliki jiwa seni. Dan yang mengejutkan lagi, saya hanya butuh waktu dua menit untuk membiasakan diri menggunakannya.”
Karya Maggie Sichter
Maggie Sichter, seniman asal Chicago yang bekerja khusus pada detail halus, berkata bahwa Apple Pencil adalah cinta pada percobaan pertama. “Saya memiliki gaya tersendiri dan hanya mau berganti ke alat digital apabila saya mampu menciptakan karya dengan kaliber yang sama atau bahkan lebih baik. Begitu mencoba Apple Pencil, saya terpukau karena alat ini langsung terasa seperti alat gambar.”
Karya Serena Mitnik-Miller
Serena Mitnik-Miller menciptakan lukisan geometris menggunakan cat air dan pensil di atas kertas. “Apple Pencil berfungsi dengan sangat baik.” Saat menggunakannya, Miller terkesima dengan “betapa halus kemampuannya membuat gambar dan betapa sensitifnya alat ini.”
Karya Patrick Vale
Seniman asal New York, Patrick Vale, jarang menggunakan teknologi dalam karyanya. Namun untuk karya ini, ia menggunakan Apple Pencil dan iPad Pro selayaknya tinta dan kertas. “Setelah saya mencoba Apple Pencil untuk menggambar, saya benar-benar terkesima dengan hasilnya. Jika Anda meletakkan karya ini di samping karya yang saya buat di kertas, Anda tidak akan bisa membedakannya. Dan kelebihannya, Anda bisa menghapus goresan yang tak diinginkan.”
Karya Jake Weidmann
Terkenal dengan kemampuan tulisan hias dan tulisan tangannya, seniman dan Ahli Pena Jake Weidmann merasakan transisi yang tak terasa dari pena dan tinta ke Apple Pencil dan iPad Pro. “Saya langsung terhanyut dalam alur kreatif saya, tanpa merasa terhambat oleh media baru ini.”
Karya Mister Mourão
Setelah menggunakan berbagai macam kombinasi pena dan kertas, Mister Mourão, seorang arsitek yang beralih menjadi ilustrator, terkejut mendapati bahwa Apple Pencil begitu mudah digunakan. “Luar biasa cepat, akurat, dengan berat yang sempurna, Apple Pencil tak pernah merepotkan.
Alat ini menciptakan kedekatan antara saya dan karya seni saya.”
Karya James Jean
James Jean adalah seniman produktif dengan gaya eklektik yang khas yang terlahir dari berbagai media. “Berat dan proporsi Apple Pencil serta kecepatan iPad Pro mendekatkan jarak antara gambaran di kepala dan tangan dengan cara yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.”
Karya Wang Dongling
Dikenal atas pendekatan inovatifnya pada kaligrafi Tionghoa tradisional, seniman Wang Dongling dari Hangzhou menyadari bahwa Apple Pencil mampu menangkap nuansa bentuk karya seni. “Apple Pencil benar-benar mengubah segalanya. Alat ini seperti mempunyai perasaan. Mampu merasakan seberapa besar tekanan yang Anda gunakan dan berubah menuruti pergerakan pergelangan tangan Anda. Ini menakjubkan. Dan luar biasanya lagi, Apple Pencil mampu menampilkan goresan kaligrafi Tionghoa.”